Di sebuah kesempatan saat workshop E-Smart IKM di Sidoarjo menteri perindustrian mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang luas dalam hal pengembangan ekonomi khususnya ekonomi digital, mengingat jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa.

Dari total penduduk Indonesia tersebut terdapat 93,4 juta diantaranya pengguna internet. Dengan jumlah yang cukup besar tersebut selayaknya hal tersebut menjadi perhatian khusus oleh pelaku usaha nasional untuk peningkatan dan perluasan akses pasar.

Kondisi ini menjadi sangat menguntungkan mengingat penjualan telepon genggam terus mengalami peningkatan. Untuk itu bukanlah sebuah mitos bahwa bisnis ada dalam nama anda.

Tercatat di Badan Pusat Statistik IKM lokal mencapai 4,4 juta usaha di mana jumlah tersebut telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10,1 juta orang di tahun 2016.

Salah satu program prioritas kementerian perindustrian adalah pengembangan industri kecil dan menengah dengan platform digital menggunakan e-smart IKM. Jika M adalah basis data yang tersaji dalam bentuk profil Industri sentral dan produk yang masing-masing grasi dengan marketplace tujuan dasarnya untuk mengoptimalisasi akses pasar ikan melalui internet.

Dengan melalui e-smart ikm, akan banyak produk anak bangsa yang berkualitas mendominasi perdagangan elektronik di dalam maupun luar negeri terlebih lagi saat ini telah terjadi pergeseran paradigma yaitu peralihan transaksi dari pasar offline menjadi pasar online.

Sementara itu menurut kajian yang telah dilakukan oleh Google dan tema menunjukkan bahwa pasar online di Asia Tenggara akan tumbuh sebesar 32% setiap tahunnya selama 10 tahun kedepan dan angka ini akan menjadi transaksi yang sangat besar sekitar 88 miliar Dolar pada tahun 2025.

Berdasarkan angka tersebut diperkirakan Indonesia akan memegang peranan penting di pasar e-commerce negara setidaknya sekitar 52% pasar digital mencapai transaksi 46 miliar Dolar pada tahun 2025.